Follow Us Now

Suara Langit Band

Suara Langit adalah Group Band yang sedang meliris album Kompilasi bersama 15 Band terdahsyat tahun 2010.

Suara Langit Performance

Malam sebelum Manggung,Suara Langit FORMASI 5 — with Syah Nova, Ryan Kuyan and Yudha Saputra at Taman Impian Jaya Ancol..

Press Ambasador Club(Duta Thailand)

Group ini sebenarnya beraliran Rock Pop Altrnatif, cuma ada hal yang membedakannnya yaitu pada vokalis yang vokalnya dangdut abizzz, tapi bukan melayu seperti ST 12, atau lemezz kayak Sonet two, kata orang vokalnya mempunyai karakter yang mirip dengan H Rhoma Irama.

Suara Langit Perform on TVRI

Konser Malam Tahun Baru.

SUARA LANGIT PRODUCTION

Suara Langit didirikan oleh Yhono Sambas, pada bulan maret tahun 2005.

Senin, 08 Oktober 2012

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG P E R K O P E R A S I A N

Mengingat : Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945;


Dengan persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERKOPERASIAN


BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1.Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan
   melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang
   berdasar atas asas kekeluargaan.
2.Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi.
3.Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang.
4.Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Koperasi.
5.Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi Koperasi dan kegiatan perkoperasian yangbersifat
   terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama Koperasi.

BAB II
LANDASAN, ASAS, DAN TUJUAN
Bagian Pertama
Landasan dan Asas
Pasal 2
Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasar atas asas kekeluargaan.

Bagian Kedua
Tujuan

Pasal 3
Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkanmasyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


BAB III
FUNGSI, PERAN, DAN PRINSIP KOPERASI
Bagian Pertama
Fungsi dan Peran
Pasal 4
Fungsi dan peran Koperasi adalah :
a. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnyadan
    masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
b. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia danmasyarakat;
c. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomiannasional
    dengan Koperasi sebagai sokogurunya;
d. berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakanusaha bersama
    berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Bagian Kedua
Prinsip Koperasi
Pasal 5
(1) Koperasi melaksanakan prinsip Koperasi sebagai berikut :
      a. keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
      b. pengelolaan dilakukan secara demokratis;
      c. pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usahamasing-masing
          anggota;
      d. pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal;
      e. kemandirian
(2) Dalam mengembangkan Koperasi, maka koperasi melaksanakan pula prinsip Koperasi sebagai berikut :
      a. pendidikan perkoperasian;
      b. kerja sama antarkoperasi.


BAB IV.
PEMBENTUKAN
Bagian Pertama
Syarat Pembentukan
Pasal 6
(1) Koperasi Primer dibentuk sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang.
(2) Koperasi Sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) Koperasi.

Pasal 7
(1)Pembentukan Koperasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilakukan dengan akta pendirian yang
     memuat Anggaran Dasar.
(2)Koperasi mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Pasal 8
Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) memuat sekurang-kurangnya :
a. daftar nama pendiri;
b. nama dan tempat kedudukan;
c. maksud dan tujuan serta bidang usaha;
d. ketentuan mengenai keanggotaan;
e. ketentuan mengenai Rapat Anggota;
f. ketentuan mengenai pengelolaan;
g. ketentuan mengenai permodalan;
h. ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya;
i. ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha;
j. ketentuan mengenai sanksi.


Bagian Kedua
Status Badan Hukum
Pasal 9
Koperasi memperoleh status badan hukum setelah akta pendiriannya disahkan oleh Pemerintah.

Pasal 10
(1) Untuk memperoleh pengesahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, para pendiri
     mengajukanpermintaan tertulis disertai akta pendirian Koperasi.
(2) Pengesahan akta pendirian diberikan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan setelah diterimanya
      permintaan pengesahan.
(3) Pengesahan akta pendirian diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Pasal 11
(1) Dalam hal permintaan pengesahan akta pendirian ditolak, alasan penolakan diberitahukan kepadapara
      pendiri secara tertulis dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah diterimanyapermintaan.
(2) Terhadap penolakan pengesahan akta pendirian para pendiri dapat mengajukan permintaan ulangdalam
      waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya penolakan.
(3) Keputusan terhadap pengajuan permintaan ulang diberikan dalam jangka waktu paling lama 1(satu) bulan
      sejak diterimanya pengajuan permintaan ulang.

Pasal 12
(1)  Perubahan Anggaran Dasar dilakukan oleh Rapat Anggota.
(2) Terhadap perubahan Anggaran Dasar yang menyangkut penggabungan, pembagian, danperubahan
      bidang usaha Koperasi dimintakan pengesahan kepada Pemerintah.

Pasal 13
Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara pengesahan atau penolakan pengesahan aktapendirian, dan perubahan Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Pasal 10, Pasal11, dan Pasal 12 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 14
(1) Untuk keperluan pengembangan dan/atau efisiensi usaha, satu Koperasi atau lebih dapat :
      a. menggabungkan diri menjadi satu dengan Koperasi lain, atau
      b. bersama Koperasi lain meleburkan diri dengan membentuk Koperasi baru.
(2) Penggabungan atau peleburan dilakukan dengan membentuk Koperasi baru.



Bagian Ketiga
Bentuk dan Jenis
Pasal 15
Koperasi dapat berbentuk Koperasi Primer atau Koperasi Sekunder.

Pasal 16
Jenis Koperasi didasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya.



BAB V.
KEANGGOTAAN

Pasal 17
(1) Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa Koperasi.  
 (2) Keanggotaan Koperasi dicatat dalam buku daftar angota.

Pasal 18
(1) Yang dapat menjadi anggota Koperasi ialah setiap warga negara Indonesia yang mampumelakukan
      tindakan hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkandalam Anggaran
      Dasar.
(2) Koperasi dapat memiliki anggota luar biasa yang persyaratan, hak, dan kewajibankeanggotaannya
     ditetapkan dalam Anggaran Dasar.

Pasal 19
(1) Keanggotaan Koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha Koperasi.
(2) Keanggotaan Koperasi dapat diperoleh atau diakhiri setelah syarat sebagaimana diatur dalam Anggaran
      Dasar dipenuhi.
(3) Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindahtangankan.
(4) Setiap anggota mempunyai kewajiban dan hak yang sama terhadapKoperasi sebagaimana diatur dalam
     Anggaran Dasar.

Pasal 20
(1) Setiap anggota mempunyai kewajiban :
     a. mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan yang telah disepakati dalam
         Rapat Anggota;
     b. berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi;
     c. mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Setiap anggota mempunyai hak :
      a. menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam Rapat Anggota;
      b. memilih dan/atau dipilih menjadi anggota Pengurus atau Pengawas;
      c. meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar;
      d. mengemukakan pendapat atau saran kepada Pengurus di luar Rapat Anggota baik dimintamaupun
          tidak diminta;
      e. memanfaatkan Koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota;
      f. mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi menurut ketentuan dalam 
         Anggaran Dasar.


BAB VI.
PERANGKAT ORGANISASI
Bagian Pertama
Umum
Pasal 21
Perangkat Organisasi Koperasi terdiri dari :
a. Rapat Anggota;
b. Pengurus;
                                                                        c. Pengawas.


Bagian Kedua
Rapat Anggota
Pasal 22
(1) Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi.
(2) Rapat Anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar.

Pasal 23
Rapat Anggota menetapkan :
a. Anggaran Dasar;
b. kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha Koperasi;
c. pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas;
d. rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi, serta pengesahan laporankeuangan;
e. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya;
f. pembagian sisa hasil usaha;
g. penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran Koperasi.

Pasal 24
(1) Keputusan Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat.
(2) Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah, maka pengambilan keputusandilakukan
      berdasarkan suara terbanyak.
(3) Dalam hal dilakukan pemungutan suara, setiap anggota mempunyai hak satu suara.
(4) Hak suara dalam Koperasi Sekunder dapat diatur dalam Anggaran Dasar denganmempertimbangkan
      jumlah anggota dan jasa usaha Koperasi-anggota secara berimbang.

Pasal 25
Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawasmengenai pengelolaan Koperasi.

Pasal 26
(1) Rapat Anggota dilakukan paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun.
(2) Rapat Anggota untuk mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus diselenggarakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau.

Pasal 27
(1) Selain Rapat Anggota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, Koperasi dapat melakukan
      RapatAnggota Luar Biasa apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yangwewenangnya
      ada pada Rapat Anggota.
(2) Rapat Anggota Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota Koperasi dan atau
      keputusan Pengurus yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar.
(3) Rapat Anggota Luar Biasa mempunyai wewenang yang sama dengan wewenang Rapat Anggota
      sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23.

Pasal 28
Persyaratan, tata cara, dan tempat penyelenggaraan Rapat Anggota dan Rapat Anggota Luar Biasadiatur dalam Anggaran Dasar.

Bagian Ketiga
Pengurus
Pasal 29
(1) Pengurus dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat ANggota.
(2) Pengurus merupakan pemegang kuasa Rapat Anggota.
(3) Untuk pertama kali, susunan dan nama anggota Pengurus dicantumkan dalam akta pendirian.
(4) Masa jabatan Pengurus paling lama 5 (lima) tahun.
(5) Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota Pengurus ditetapkan dalam Anggaran
     Dasar.

Pasal 30
(1) Pengurus bertugas :
      a. Mengelola Koperasi dan usahanya;
      b. Mengajukan rencana-rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan
          belanja Koperasi;
      c. Menyelenggarakan Rapat Anggota;
      d. Mengajukan laboran keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
      e. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib;
      f. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.
(2) Pengurus berwenang :
      a. mewakili Koperasi di dalam dan di luar pengadilan;
      b. memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan
          ketentuan dalam Anggaran Dasar;
      c. melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung
          jawabnya dan keputusan Rapat Anggota.

Pasal 31
Pengurus bertanggung jawab mengenai segala kegiatan pengelolaan Koperasi dan usahanya kepadaRapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa.

Pasal 32
(1) Pengurus Koperasi dapat mengangkat Pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola
      usaha.
(2) Dalam hal Pengurus Koperasi bermaksud untuk mengangkat pemgelola, maka rencanapengangkatan
      tersebut diajukan kepada Rapat Anggota untuk mendapat pesetujuan.
(3) Pengelola bertanggung jawab kepada Pengurus.
(4) Pengelolaan usaha oleh Pengelola tidak mengurangi tanggung jawab Pengurus sebagaimanaditentukan
     dalam Pasal 31.


Pasal 33
Hubungan antara Pengelola usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dengan Pengurus Koperasi merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan.


Pasal 34
(1) Pengurus, baik bersama-sama, maupun sendiri-sendiri, menanggung kerugian yang diderita Koperasi,
      karena tindakan yang dilakukan dengan kesengajaan atau kelalaiannya.
(2) Disamping peggantian kerugian tersebut, apabila tindakan itu dilakukan dengan kesengajaan,tidak
      menutup kemungkinan bagi penuntut umum untuk melakukan penuntuntutan.


Pasal 35
Setelah tahun buku Koperasi ditutup, paling lambat 1 (satu) bulan sebelum diselenggarakan rapat anggota tahunan, Pengurus menyusun laporan tahunan yang memuat sekurang-kurangnya :
a. perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca akhir tahun buku yang baru lampau dan perhitunganhasil usaha
    dari tahun yang bersangkutan serta penjelasan atas dokumen tersebut;
b. keadaan dan usaha Koperasi serta hasil usaha yang dapat dicapai.


Pasal 36
(1) Laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ditandatangani oleh semua anggotaPengurus.
(2) Apabila salah seorang anggota Pengurus tidak menandatangani laporan tahunan tersebut,anggota yang
      bersangkutan menjelaskan secara tertulis.


Pasal 37
Persetujuan terhadap laporan tahunan, termasuk pengesahan perhitungan tahunan, merupakanpenerimaan pertanggungjawaban Pengurus oleh Rapat Anggota.


Bagian Keempat
Pengawas

Pasal 38
(1) Pengawas dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota.
(2) Pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota.
(3) Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai anggota Pengawas ditetapkan dalam Anggaran
      Dasar.


Pasal 39
(1) Pengawas bertugas :
      a. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan Koperasi;
      b. membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.
(2) Pengawasan berwenang :
      a. meneliti catatan yang ada pada Koperasi;
      b. mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
(3) Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.


Pasal 40
Koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan publik.


BAB VII.
MODAL

Pasal 41
(1) Modal Koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.
(2) Modal sendiri dapat berasal dari :
      a. simpanan pokok;
      b. simpanan wajib;
      c. dana cadangan;
      d. hibah.
(3) Modal pinjaman dapat berasal dari :
      a. anggota;
      b. Koperasi lainnya dan/atau anggotanya;
      c. bank dan lembaga;
      d. penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya;
      e. sumber lain yang sah.


Pasal 42
1) Selain modal sebagaimana dimaksud Pasal 41, Koperasi dapat pula melakukan pemupukan modal yang 
    berasal dari modal penyertaan.
2) Ketentuan mengenai pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan diatur lebih lanjutdengan
    Peraturan Pemerintah.


BAB VIII.
LAPANGAN USAHA

Pasal 43
(1) Usaha Koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan
      usaha dan kesejahteraan anggota.
(2) Kelebihan kemampuan pelayanan Koperasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhanmasyarakat
      yang bukan anggota Koperasi.
(3) Koperasi menjalankan kegiatan usa dan berperan utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat.


Pasal 44
(1) Koperasi dapat menghimpun dana dan menyalurkannya melalui kegiatan usaha simpan pinjamdari dan
      untuk :
      a. anggota Koperasi yang bersangkutan;
      b. Koperasi lain dan/atau anggotanya.
(2) Kegiatan usaha simpan pinjam dapat dilaksanakan sebagai salah satu atau satu-satunya kegiatan usaha
      Koperasi.
(3) Pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh Koperasi diatur lebih lanjut dengan Peraturan
     Pemerintah.


BAB IX.
SISA HASIL USAHA

Pasal 45
(1) Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahunbuku
     dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahunbuku yang
      bersangkutan.
(2) Sisa Hasil Usaha setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa
      usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Koperasi, serta digunakan untukkeperluan
      pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari Koperasi, sesuai dengan keputusanRapat Anggota.
(3) Besarnya pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.


BAB X.
PEMBUBARAN KOPERASI
Bagian Pertama
Cara Pembubaran Koperasi

Pasal 46
Pembubaran Koperasi dapat dilakukan berdasarkan :
a. Keputusan Rapat Anggota, atau
b. Keputusan Pemerintah.


Pasal 47
(1) Keputusan pembubaran oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 huruf bdilakukan
     apabila :
     a. terdapat bukti bahwa Koperasi yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan Undang-undang ini;
     b. kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan;
     c. kelangsungan hidupnya tidak dapat lagi diharapkan.
(2) Keputusan pembubaran Koperasi oleh Pemerintah dikeluarkan dalam waktu paling lambat 4(empat)
      bulan terhitung sejak tanggal diterimanya surat pemberitahuan rencana pembubaran tersebut oleh   
      Koperasi yang bersangkutan.
(3) Dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) bulan sejak tanggal penerimaan pemberitahuan,Koperasi yang
      bersangkutan berhak mengajukan keberatan.
(4) Keputusan Pemerintah mengenai diterima atau ditolaknya keberatan atas rencana pembubaran diberikan
      paling lambat 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya pernyataan keberatan tersebut.


Pasal 48
Ketentuan mengenai pembubaran Koperasi oleh Pemerintah dan tata cara pengajuan keberatansebagaimana dimaksud dalam Pasal 47, diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.


Pasal 49
(1) Keputusan pembubaran Koperasi oleh Rapat Anggota diberitahukan secara tertulis oleh Kuasa Rapat
      Anggota kepada;
      a. semua kreditor;
      b. Pemerintah.
(2) Pemberitahuan kepada semua kreditor dilakukan oleh Pemerintah, dalam hal pembubarantersebut
      berlangsung berdasarkan keputusan Pemerintah.
(3) Selama pemberitahuan pembubaran Koperasi belum berlaku baginya.


Pasal 50
Dalam pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 disebutkan :
a Nama dan alamat Penyelesai, dan
b Ketentuan bahwa semua kreditor dapat mengajukan tagihan dalam jangka waktu (3) tiga bulansesudah
   tanggal diterimanya surat pemberitahuan pembubaran.


Bagian Kedua
Penyelesaian

Pasal 52
(1) Penyelesaian dilakukan oleh penyelesaian pembubaran yang selanjutnya disebut Penyelesai.
(2) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan Rapat Anggota, Penyelesai ditunjuk oleh RapatAnggota.
(3) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan Pemerintah, Penyelesai ditunjuk oleh Pemerintah.
(4) Selama dalam proses penyelesaian, Koperasi tersebut tetap ada dengan sebutan ”Koperasi
      dalampenyelesaian”.


Pasal 53
(1) Penyelesaian segera dilaksanakan setelah dikeluarkan keputusan pembubaran Koperasi.
(2) Penyelesai bertanggung jawab kepada Kuasa Rapat Anggota dalam hal Penyelesai ditunjuk olehRapat
      Anggota dan kepada Pemerintah dalam hal Penyelesai ditunjuk oleh Pemerintah.


Pasal 54
Penyelesai mempunyai hak, wewenang, dan kewajiban sebagai berikut :
a. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama ”Koperasi dalam penyelesaian”.
b. Mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan;
c. Memanggil pengurus, anggota dan bekas anggota tertentu yang diperlukan, baik sendiri-sendiri maupun
    bersama-sama;
d. Memperoleh, memeriksa, dan menggunakan segala catatan dan arsip Koperasi;
e. Menetapkan dan melaksanakan segala kewajiban pembayaran yang didahulukan daripembayaran hutang
    lainnya;
f. Menggunakan sisa kekayaan Koperasi untuk menyelesaikan sisa kewajiban Koperasi;
g. Membagikan sisa hasil penyelesaian kepada anggota;
h. Membuat berita acara penyelesaian.


Pasal 55
Dalam hal terjadi pembubaran Koperasi, anggota hanya menanggung kerugian sebatas simpananpokok, simpanan wajib dan modal penyertaan yang dimilikinya.


Bagian Ketiga
Hapusnya Status Badan Hukum

Pasal 56
(1) Pemerintah mengumumkan pembubaran Koperasi dalam Berita Negara Republik Indonesia.
(2) Status badan hukum Koperasi hapus sejak tanggal pengumuman pembubaran Koperasi tersebutdalam
      Berita Negara Republik Indonesia.


BAB XI.
LEMBAGA GERAKAN KOPERASI

Pasal 57
(1) Koperasi secara bersama-sama mendirikan satu organisasi tunggal yang berfungsi sebagaiwadah untuk
      memperjuangkan kepentingan dan bertindak sebagai pembawa aspirasi Koperasi.
(2) Organisasi ini berasaskan Pancasila.
(3) Nama, tujuan, susunan, dan tata kerja organisasi diatur dalam Anggaran Dasar organisasi yang
      bersangkutan.


Pasal 58
(1) Organisasi tersebut melakukan kegiatan :
      a. memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi Koperasi;
      b. meningkatkan kesadaran berkoperasi di kalangan masyarakat;
      c. melakukan pendidikan perkopersian bagi anggota dan masyarakat;
      d. mengembangkan kerjasama antar koperasi dan antara Koperasi dengan badan usaha lain,baik pada
          tingkat nasional maupun internasional.
(2) Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Koperasi secara bersama-sama menghimpun dana Koperasi.


Pasal 59
Organisasi yang dibentuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) disahkan oleh Pemerintah.


BAB XII.
PEMBINAAN

Pasal 60
(1) Pemerintah menciptakan dan mengembangkan iklim dan kondisi mendorong pertumbuhan serta
    pemasyarakatan Koperasi.
(2) Pemerintah memberikan bimbingan, kemudahan, dan perlindungan kepada Koperasi.


Pasal 61
 Dalam upaya mendorong dan mengembangkan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan dan
 pemasyarakatan Koperasi, Pemerintah :
 a. Memberikan kesempatan usaha yang seluas-luasnya kepada Koperasi;
 b. Meningkatkan dan memantapkan kemampuan Koperasi agar menjadi Koperasi yang sehat, tangguh, dan
     mandiri;
 c. Mengupayakan tata hubungan usaha yang saling menguntungkan antara Koperasi dengan badan
     usaha lainnya;
d. Membudayakan Koperasi dalam masyarakat.


Pasal 62
Dalam rangka memberikan bimbingan dan kemudahan kepada Koperasi, Pemerintah :
a. Membimbing usaha Koperasi yang sesuai dengan kepentingan ekonomi anggotanya.;
b. Mendorong, mengembangkan, dan membantu pelaksanaan pendidikan, pelatihan, penyuluhan,dan
    penelitian perkoperasian;
c. Memberikan kemudahan untukmemperkokoh permodalan Koperasi serta mengembangkanlembaga
    keuangan Koperasi;
d. Membantu pengembangan jaringan usaha Koperasi dan kerja sama yang saling menguntungkanantar
    Koperasi;
e. Memberikan bantuan konsultasi guna memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi dengan
    tetap memperhatikan Anggaran Dasar dan prinsip Koperasi.


Pasal 63
(1) Dalam rangka pemberian perlindungan kepada Koperasi, Pemerintah dapat :
      a. menetapkan bidang kegiatan ekonomi yang hanya boleh diusahakan Koperasi
      b. menetapkan bidang kegiatan ekonomi di suatu wilayah yang telah berhasil diusahakan olehkoperasi
          untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya.
(2) Persyaratan dan tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan
      Peraturan Pemerintah.


Pasal 64
 Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, Pasal 61, Pasal 62, dan Pasal 63 dilakukandengan memperhatikan keadaan dan kepentingan ekonomi nasional, serta pemerataan kesempatanberusaha dan kesempatan kerja.


BAB XIII.
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 65
 Koperasi yang telah memiliki status badan hukum pada saat Undang-Undang ini berlaku, dinyatakan telah memperoleh status badan hukum berdasarkan Undang-undang ini.


BAB XIV.
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 66

(1) Dengan berlakunya Undang-undang ini, maka Undang-undang Nomor 12 tahun 1967 tentang
      Pokok-pokok Perkoperasian (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara
      Tahun 1967 Nomor 2832) dinyatakan tidak berlaku lagi.
(2) Peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian
     (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara 1967Nomor 2832) dinyatakan
     masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau belumdiganti berdasarkan Undang-undang
     ini.


Pasal 67
 Undang-undang ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya,memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.


             Diundangkan di Jakarta                                                                      Disahkan di Jakarta
      Pada tanggal 21 Oktober 1992                                                       Pada tanggal 21 Oktober 1992
MENTERI/SEKRETARIS NEGARA                                           PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
         REPUBLIK INDONESIA
                                                                                                                                    
                           ttd.                                                                                                    ttd.




                    
             M O E R D I O N O                                                                            S O E H A R T O





LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1992 NOMOR 116.
Salinan sesuai dengan aslinya
SEKRETARIS KABINET RI
Kepala Biro Hukum
Dan Perundang-undangan



Bambang Kesowo, SH, LL.M.


Sumber data : www.depkop.go.id

Senin, 11 Juni 2012

life's journey

moved when there is an expectation in the dream 
with friends and colleagues are right next to 
through the ups and downs and joy together
live with what it is

any career I pursue with strength
they support me always
I was motivated to because they
I kept running
its presence until it comes ....

inhibit the hot sun to reach my
when I find (her) like an oasis in the desert
it was refreshing my body
something different that I never felt
I saw her give me a smile
seen by the look on his face, he needs a loving 
I was amazed by her
what she feels is embedded into my heart
I tried to give what I can
but ...

where is she really?
whether jewel had been buried by sand dust?
sink into the earth's heat,



I look for her on the sidelines of sand piled up
Where she is the true self
I can not find it
I'm tired of looking
I just hope he get better like-what I think ...
  

My last word is do not make me heart sank in the dark ...

Vacillation

You are now in a vast ocean
carried away by strong currents
and can not help it
until arriving he found an island ..

The island is seen as attractive
She was more intrigued by the island's
Curiosity that has been missed
Now guess that makes him fly above the clouds

At first she felt heaven
but what happened?
the island was carrying a black dot
that was a lot of thorns in it

but she liked the island
but why there are gaps in it?
the thorn in the abyss
now awaits its presence

She tried to escape
She was trapped in the abyss
it's all about the island's fake
not a heaven but hell

She was worse off in the gulf
someone looking from the brink
who is she?
Is she the one who will help?

she ventures to help me
I never thought him
and I have long caught
he's there for me as air

I thought he was carrying a white point
I feel if it's time to stand up?
she's like a compass for me
but I can not fully
because ..................................
there is still a thorn in my chest ........

Jumat, 27 April 2012

NOUN CLAUSES


A noun clause adalah sekelompok kata yang berisi subjek dan kata kerja namun tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat .
misalnya :   What you think does not matter.


A noun clause dapat digunakan sebagai subjek atau objek dalam bentuk sebagai berikut.

misalnya :  What you think does not matter (kata noun sebagai subjek kalimat)

misalnya : I don’t know what she thinks (kata noun sebagai objek kalimat)


A       Noun clauses can begin with …
1.     … a question word (pertanyaan) :
        where he lives
        what one says
        who the man is
        how she survives

2.     … “whether” or “if”
        whether she will stay
        if she will stay

3.     … a question word + TO infinitive
        what to say
        where to meet

4.     … “that
        that he is innocent
        that she knows three languages

misalnya : That she worked hard for the whole term pleased her parents.
dari contoh diatas noun sebagai subjek kalimat

Selain kata “that” kita juga bisa menggunakan "the belief that, the fact that, the idea that, the evidence that. "
misalnya : 
  •  The fact that the economic growth rate is lower than the population growth rate causes problems.
  • The idea that the teacher should dominate in the classroom is unacceptable. 

Namun, jika subjeknya terlalu panjang,mungkin pembaca akan kesulitan untuk memahami kalimat tsb. Untuk mengatasinya, kita akan menggunakan kata "it" sebagai subjek noun clause yg diikuti .

misalnya :
  • That she worked hard for the whole term pleased her parents. kita dapat merubahnya menjadi "It pleased her parents that she worked hard for the whole term."

Pola diatas hanya bisa digunakan dengan kata “that” tetapi tidak dengan kata “the idea that / the fact that”. 



B       Using subjunctive in noun clauses
       
Sebuah kata kerja subjunctive adalah bentuk sederhana dari kata kerja. Kalimat dengan kata kerja subjunctive biasanya ditekankan pada hal yg penting atau darurat.
misalnya : I suggest (that) he see a doctor.

* Negative form (bentuk negatif) : not + simple form of the verb
   misal : I recommend that she not go to that movie.

* Passive form (bentuk positif) : simple form of BE + past participle
   misal : It is essential that children be told the truth.

Ketika kalimat kata kerja utama dalam bentuk past maka kata noun (benda) juga dalam bentuk past.
misal :  I suggested that he saw a doctor.





Common verbs and expressions followed by the subjunctive in a noun clause:

advise, ask, demand, insist, propose, recommend, request, suggest

+  that + noun clause


essential, imperative, important, critical, necessary, vital
It is  +  that + noun clause




sumber : http://www.buowl.boun.edu.tr/students/grammar/writing%20guides/noun%20clauses.htm



NOVA HADIANSYAH
       1EA04 
     15211210

Sabtu, 31 Maret 2012

Conditional Sentence

Apakah Anda mengerti apa kalimat-kalimat ini berarti?
Apakah Anda tahu apa artinya?

  • "If you had left earlier, you would have caught the train." or
  • "You will make yourself ill if you eat all those chocolates."
Mereka disebut kalimat bersyarat. Sebuah kalimat bersyarat terdiri dari dua klausa, jika-klausa, dan klausa utama. Jika-klausa dapat datang pertama atau kedua. Ketika datang pertama, kami biasanya meletakkan tanda koma antara dua klausa.

ada 3 type yang akan dijelaskan,sebenarnya ada 4 dari sumbernya:

  1. Conditional Sentence Type 1
  2. The if-clause is in the present tense, the main clause uses will and the infinitive, or simple present.
    Conditional Sentence Type 1
    TYPEIF CLAUSEMAIN CLAUSEMEANING
    Type 1Simple present
    If you work hard,
    Simple present
    you succeed.
    Simple future
    you will succeed.
    True in the present or possible in future
    It’s possible to happen in the future
    When do we use conditional sentence type 1?
    1. We use conditional sentence type 1 to talk about possible situations in the present or future.
      • If you leave earlier, you will not be late.
      • If you open the windows, the room will get some fresh air.
    2. We often use conditional type 1 to talk about facts or processes:
      • If you heat water to 100 degrees, it will boil.
      • If we stare into the sun, we will hurt our eyes.
    Note:
    Other modal verbs can also be used in place of will and would.
    • If it rains like this all day, the river might flood. (might = will possibly)
    • If it rains like this all day, the river could flood. (could = will be able to)

  3. Conditional Sentence Type 2
  4. The if-clause is in the simple past or the past continuous tense, the main clause uses would and the infinitive, or would be and the present participle (Verb-ing).
    Conditional Sentence Type 2
    TYPEIF CLAUSEMAIN CLAUSEMEANING
    Type 2 Simple past
    If you worked hard,
    Past continuous
    If it were not raining now,
    would + simple form
    you would succeed.
    would be + present participle
    I would be going out for a walk.
    Untrue in the present
    Fact:
    You don’t work hard, so you don’t succeed
    Fact:It’s raining now, so I’m not going out for a walk.
    When do we use conditional sentence type 2?
    Conditional sentence type 2 is used to talk about actions or situations that are not taking place in the present or future, but we can imagine the probable result.
    • If we didn’t live in a big city, we would not have to breathe polluted air everyday. (In truth, we live in a big city)
    • If he were here, I would tell him about my plan.
      (In fact, he isn’t here)
    Note:
    • ‘Were’ is used for both singular and plural subjects.
    • The use of type 2 conditional in “If I were you, I would ………” is a common form of advice.

  5. Conditional Sentence Type 3
  6. The if-clause is in the past perfect or the past perfect continuous tense, the main clause uses would have and past participle (Verb 3), or would have been and present participle (Verb-ing).
    Conditional Sentence Type 3
    TYPEIF CLAUSEMAIN CLAUSEMEANING
    Type 3Past perfect
    If you had worked hard,
    Past perfect continuous
    If it had not been raining yesterday afternoon,
    would have + past participle
    you would have succeeded.
    would have been + present participle
    I would have been going out for a walk.
    Untrue in the past
    Fact:
    You didn’t work hard, so you didn’t succeed.
    Fact: It was raining yesterday afternoon. I was not going out for a walk.
    When do we use conditional sentence type 3?
    Conditional sentence type 3 is used to talk about actions or situations that did not take or were not taking place in the past, but we can imagine the probable result.
    • If you had come to the party last night, you would have met my cousin. (In truth, you didn’t come to the party last night)
    • If he had not been late this morning, his teacher would not have punished him. (In truth, he was late)
 sumber data : http://www.misterguru.web.id/2011/09/conditional-sentences-type-1-type-2.html

Sabtu, 10 Maret 2012

Membuat koneksi internet 3 menjadi cepat dengan modem mobile partner ala Syah Nova!



seperti yang sudah ketahui ada beberapa cara mempercepat koneksi  internet 3 , salah satu nya mengganti network type dan mengganti APN , username, dial up dan password . berikut adalah cara orang orang yg sering digunakan:

Ganti Network Type
Disarankan untuk memilih WCDMA Only atau WCDMA Prefered untuk Network Type pada Modem yang dimiliki. Dan untuk bisa menggantinya, sobat mesti dalam keadaan offline, cara ini berguna untuk memfilter jenis koneksi 3G / WCDMA / HSDPA saja yang bisa tertangkap oleh modem. Sangat cocok untuk sobat yang berada di Area 3G Three.
Ganti APN 3 Three
3data adalah APN default 3 (Three). Namun sobat bisa merubahnya seperti ini :
  • Pertama, pastikan anda dalam keadaan offline.
  • Kedua, silahkan ganti APN dari “3data” menjadi “tre.it“.
  • Ketiga, kosongkan usename dan password.
  • Save, terus connect.
Ternyata cara tersebut masih memiliki kekurangan diantaranya:
  • Apabila kuota dari pulsa internet tersebut telah habis maka kecepatan internet menjadi turun bahkan lambat.
  • Menggunakan APN tre.it ternyata tetap menyedot kuota yg telah diberikan provider tersebut padahal
    katanya tidak akan menyedot pulsa (-___-')
  • Jika memilih WCDMA yang terjadi adalah koneksi tetap lambat bahkan sangat lama / jarang kecepatan koneksi tersebut tidak menjadi HSDPA


Untuk itulah saya akan memberikan cara jitu nya agar kecepatan modem bisa HSDPA ini berdasarkan cara saya sendiri . berikut adalah cara yang saya coba sendiri dalam mempercepat koneksi 3:
  1. Buatlah profil koneksi baru  dengan ketentuan :
    APN                   : 3broadband
    Access Number  : *98#
    User name          : 3broadband
    Password           : 3broadband
    kemudian di save
  2. Kemudian buka kembali menu pengaturan Network
  3. Liat kotak  Network type, kemudia ganti menjadi GSM Only, klik Apply
     
  4. Jangan menutup kotak dialog network tsb
     
  5. Setelah diganti kita tunggu  sinyalnya sampai berubah menjadi EDGE
  6. Apabila sudah menjadi sinyal EDGE ubah kembali network type menjadi GSM Preffered
  7.  Klik Apply lalu klik OK ,lalu  langsung koneksikan internet secara cepat,maka sinyal yg tadi EDGE
    perlahan berubah menjadi WCDMA kemudia menjadi HSDPA.


    Saya kira itu saja mungkin yang bisa saya share ttg teknik yang sudah saya gunakan selama ini, semoga bisa bermanfaat buat kalian semua :)

    Sumber : http://www.apriebn.com/mempercepat-koneksi-internet-modem-three-3

        Adverbial Clause

        Apakah kalian mengetahui apakah itu adverbial clause? dari katanya sudah tidak asing lagi adverb adalah kata keterangan. Jadi adverbial clause adalah kata yang berfungsi sebagai kata keterangan. Dengan kata lain berisi subjek(eksplisit atau tersirat) dan predikat, dan memodifikasi kata kerja.

        bentuk umum (rumus) :
         Subject+ Predicat + Conjungtion + Subject + Predicat
        contoh :
        • subjek ekspilisit I  :  I saw Joe when I went to the store.
        • subjek tersirat He : He sat quietly in order to appear polite.

        Adapun beberapa pendapat tentang adverbial clause slah satunya menurut Sidney Greenbaum dan Randolph Quirk, klausa adverbial berfungsi terutama sebagai tambahan berarti atau disjuncts. Dalam fungsi mereka seperti frase adverbial, namun karena potensi mereka untuk ketegasan yang lebih besar, mereka lebih sering seperti frase preposisional (Greenbaum dan Quirk, 1990): berikut adalah contoh perbandingan adverbial clause dengan proposional adverb :
        • We left after the speeches ended. (adverbial clause)
        • We left after the end of the speeches. (adverbial prepositional phrase)   
         tidak hanya sampai disini saja adverbial clause ternyata terbagi menjadi 8 macam :
        1. Time Clauses
          adalah kata keterangan yang menunjukkan waktu.
          Kata penghubungnya (konjungsi) adalah :
          when, before, after, since, while, as, as long as, until,till, hardly, scarcely, no sooner, etc.

          example:
          - Her goldfish died when she was young.
        2. conditional clausesadalah kata keterangan yang biasanya digunakan untuk berbicara kemungkinan dan konsekuensinya dari suatu peristiwa.
          Kata penghubungnya adalah: if, unless, lest


          example:
          - if they lose weight during an illness, they soon regain it afterwards.
        3. purpose clauses
          adalah kata keterangan yang digunakan untuk menunjukkan tujuan dari suatu tindakan.
          kata penghubungnya adalah: in order to, so that, in order that
          example:
          - They had to take some of his land so that they could extend the churchyard.
        4. reason clauses
          adalah kata keterangan yang digunakan untuk menunjukkan alasan sesuatu.
          kata penghubungnya adalah :
          because, since, as, given

          example:
          - I couldn't feel anger against him because I liked him too much.
        5. result clauses
          adalah kata keterangan yang digunakan untuk menunjukkan hasil dari sesuatu.
          kata penghubungnya
          adalah : so...that

          example :
          - My suitcase had become so damaged on the journey home that the lid would not stay closed.
        6. concessive clauses
          adalah kata keterangan yang digunakan uuntuk membuat dua pernyataan, salah satunya kontras dengan yang lain (pertentangan antar 2 kejadian yg saling berhubungan).
          kata penghubungnya adalah : although, though, while

          example :
          - I used to read a lot although I don't get much time for books
          now
          .
        7. place clauses
          adalah kata keterangan yang digunakan untuk menunjukkan tempat atau lokasi sesuatu.
          kata penghubungnya adalah : where, wherever, anywhere, everywhere, etc.
          example :
          - He said he was happy where he was.
        8. clauses of manner
          adalah kata keterangan yang digunakan untuk berbicara tentang perilaku seseorang atau cara sesuatu dilakukan.
          Kata penghubungnya adalah : as, like, the way

          example:
          - I was never allowed to do things as I wanted to do them.

          oke kira saya itu saja yang bisa saya share sedikit ilmu tentang adverbial clause seomoga ilmu ini bisa bermanfaat buat kalian semua, terima kasih :)

          Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Adverbial_clause#External_links
           
          

        Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More